Mulailah dengan menyisihkan satu sudut yang khusus untuk berhenti sejenak—tanpa perangkat, tanpa tugas. Biarkan sudut itu menjadi simbol jeda dalam ritme harian.
Pilih furnitur yang sederhana dan tekstil yang lembut; warna netral dan bahan alami seringkali memberi kesan hangat dan menenangkan. Kurangi objek visual yang tidak perlu agar mata dapat beristirahat.
Atur pencahayaan yang lembut dan bisa diatur; lampu temaram atau cahaya alami yang disaring cenderung menciptakan suasana yang lebih hening. Hindari sumber cahaya yang tajam atau berkedip.
Tambahkan elemen sensori yang halus seperti permadani kecil, selimut ringan, atau tanaman hijau. Sentuhan tekstur dan nuansa alami sering kali membantu membangun rasa nyaman tanpa bertele-tele.
Tetapkan aturan sederhana untuk sudut ini: digunakan hanya untuk istirahat, membaca, atau menulis. Batasan ini membuat tempat itu mudah dikenali oleh tubuh dan kebiasaan sebagai ruang tenang.
Ritual memasuki ruang bisa sesederhana menutup pintu, mematikan lampu utama, dan duduk sejenak. Pengulangan ritual kecil ini memperkuat makna sudut sebagai lapisan keheningan dalam rumah.
